Wednesday, August 19, 2020

Kabar Duka, Bolot Ditemukan Tewas dengan Kondisi Tubuh Penuh Tusukan, Diduga Korban Perampokan

   Lukito alias Bolot (68) ditemukan tewas penuh luka.

Kaget bukan kepalang dirasakan Dwi Laksitowati (40), tatkala melihat kondisi ayahnya di warung kelontong di Jalan Gang Kong, Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan.

tribunnews

Diketahui, ayah Dwi, Lukito alias Bolot (68) ditemukan tewas terkapar di Kamar Mandi warungnya pada Sabtu (15/8/2020).

Saat ditemukan, terdapat luka sayatan di leher dan perut Pak Bolot.

Dwi tak menyangka, akan melihat ayahnya tewas dalam kondisi mengenaskan.

Pasalnya, ia hanya diberitahu bahwa ayahnya pingsan dan diminta untuk segera datang ke warung.

"Saya kaget ya, dikasih tahu awalnya kan pingsan. Engga tahunya meninggal dibunuh," kata Dwi, pada Minggu (16/8/2020).

Lemas dirasakan sekujur tubuh Dwi tatkala melihat ayahnya tergeletak di Kamar Mandi.

Ketika itu ia tak secara jelas melihat lukanya, karena tak diperkenankan oleh warga.

"Kalau lukanya saya ga tahu persis. Cuma ngeliat begitu aja, karena warga bilang sudah jangan dipegang, takut sidik jari kan panik saya," tutur dia.

Ia menambahkan ayahnya telah membuka usaha warung kelontong 10 tahun lebih.

Tiap hari berangkat dari pukul 07.00, dan pulang 18.00 WIB.

"Kalau dagang sendirian, berangkat jam 7 pulang maghrib. Di sini buat usaha aja, kalau tinggalnya di Pulau Kecil engga jauh dari sini," jelas dia.

Kuat dugaan, Pak Bolot merupak korban pembunuhan.

Sebab terdapat luka di tubuh korban yang diduga menjadi penyebab kematian pedagang kelontong tersebut.

Dwi pun menyerahkan kasus kematian ayahnya kepada pihak kepolisian.

Ia juga meminta agar kasus ini ditangani dengan baik dan pelakunya segera ditangkap.

Diduga Korban Perampokan

Kepolisian menduga Pak Bolot merupakan korban Perampokan dengan tindakan kekerasan hingga meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Heri Purnomo, jasad korban ditemukan di sebuah kamar mandi di warungnya.

Dugaan sementara korban dirampok, sebab ditemukan sebilah pisau berlumuran darah dari Tempat Kejadian Perkara.

Selain itu juga, uang dan barang dagangan miliknya hilang.

“Sementara dugaan sementara ini kasus perampokan pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Heri, pada Minggu (16/8/2020).

Heri menjelaskan dugaan diperampokan dikarenakan uang hasil jualan di dalam kotak dan kaleng warung korban hilang.

Kemudian, sejumlah rokok dagangan di warung juga dicuri.

"Di cek di lokasi kotak dan kaleng penyimpanan uang sudah dalam kondisi kosong"

"Selain itu juga ada kotak rokok, di situ ada beberapa kotak rokok yang diambil,” jelas Heri.

Keterangan Saksi

Heri menjelaskan sudah ada sejumlah saksi warga sekitar yang dimintai keterangan, termasuk pihak keluarganya.

"Ada beberapa lah (saksi diperiksa), warga sekitar sama keluaga," jelas dia.

Ada seorang warga yang sempat melihat seseorang mencurigakan yang datang ke warung Pak Bolot.

Faizal Anam (19) mengungkapkan sempat melihat pria asing di dalam warung kelontong milik korban tersebut.

Kala itu sekitar pukul 11.00 WIB, Faizal hendak membeli rokok.

Ia melihat dalam warung itu ada satu pria asing yang tak pernah terlihat di lingkungan.

“Ada pria asing, enggak pernah lihat sih saya. Enggak tahu saudaranya atau orang lain,” kata Faizal, Minggu (16/8/2020).

Saat membeli rokok, ia menaruh rasa curiga sebab warung dalam keadaan tertutup hanya ada celah sedikit.

Ketika datang membeli rokok Lukito atau yang biasa disapa Pak Bolot itu juga tengah berbicara dengan seseorang.

"Ya saya pikir saudara atau siapanya, maka saya pulang aja langsung tidur lagi," imbuh dia.

Belum pulas tidur, Faizal kaget bukan kepalang ketika mendengar Pak Bolot tewas mengenaskan.

Ia lantas langsung mendatangi lokasi warung itu, saat hendak masuk sudah ada dua anak-anak kecil berada di dalam warung.

Bocah Sempat Lihat Sosok Pelaku

Rupanya ada dua bocah yang datang ke warung Pak Bolot setelah Fairzal membeli rokok.

Bocah yang semula hendak membeli kerupuk itu pun terkejut dengan apa yang mereka lihat.

“Pada saat saksi (bocah delapan tahun) membeli kerupuk, dia melihat pelaku sedang di depan kamar mandi memegang pisau ketika dipergoki, pelaku kabur,” kata Heri di Bekasi.

Sadar aksinya tepergok, pelaku lantas langsung melarikan diri dari lokasi.

Anak-anak kecil itu mengaku sempat melihat sosok terduga pelaku.

Disebutkan ciri-ciri penampilan terduga pelaku seperti anak-anak jalanan atau anak punk.

“Kondinya itu rolling door warung tertutup, enggak rapet ada celah masuk sedikit"

"Anak-anak juga masuk lewat bawah. Katanya masih ada (diduga pelaku) pas bocah masuk, nah pas keluar udah enggak ada,” katanya.

Dalam penemuan jasad Pak Bolot, Faizal menjelaskan kondisinya dalam keadaan terlentang mengenakan kaus singlet berwarna cokelat dan celana pendek.

Ada bekas ikatan menggunakan sehelai kain pada bagian betis sebelah kanannya.

“Keran air di dalam kamar mandi masih nyala, televisi juga masih nyala, itu kemungkinan besar untuk mengelabui warga."

"Nah kata yang persis samping rumah itu sempat mendengar suara orang jatuh gitu dalam warung, tapi enggak ada suara keributan,” kata Faizal. (*)

 Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Pak Bolot Tewas Terkapar Penuh Luka, Sang Anak Sontak Lemas saat Tahu Penyebabnya: Katanya Pingsan

Editor: Ansar

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 Comments:

Post a Comment